SMK NUSANTARA KOTA BITUNG TERAPKAN KEBIJAKAN DISIPLIN NORMATIF BERORIENTASI KESEJAHTERAAN MURID

Bitung, | Nusantaraexpres.id | 1 April 2026 – Setelah mengevaluasi berbagai pendekatan sebelumnya, awal sekolah menjelang libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Kepsek Drs. Sammy Mandagi SMK Nusantara Kota Bitung, menyampaikan sanksi kepada semua siswa yg kurang di siplin tentan aturan sekolah di hari pertama masuk sekolah setelah
libur bersama kemarin, resmi meluncurkan kebijakan disiplin yang bersifat normatif dan fokus pada peningkatan kesejahteraan siswa secara menyeluruh.

Kami dari Dpc Asosiasi keluarga Pers Indonesia (Akpersi) memantau langsung
Kebijakan disiplin normatif yang di terapkan pihak sekolah, bersama Kepsek” Pak Mandagi ke siswa/siswi dengan tegas.

1. Aturan Kehadiran yang Fleksibel namun Terstruktur

– Siswa diwajibkan hadir minimal 90% dalam satu semester, dengan kelonggaran yang dapat diajukan untuk alasan kesehatan, acara keluarga penting, atau aktivitas prestasi yang telah disetujui sekolah.
– Bagi siswa yang mengalami kesulitan dalam waktu datang tepat waktu karena faktor transportasi atau kondisi keluarga, sekolah menyediakan program “bimbingan waktu” dan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk memperbaiki akses transportasi siswa.

2. Kedisiplinan Pembelajaran yang Mendukung Kesehatan

– Larangan membawa perangkat elektronik ke kelas hanya berlaku selama proses pembelajaran berlangsung; siswa diperbolehkan menggunakannya di ruang tunggu atau kantin dengan pengawasan guru untuk keperluan komunikasi dengan orang tua atau mencari referensi pembelajaran.
– Sekolah menetapkan jam istirahat yang cukup dan menyediakan area relaksasi dengan taman hijau serta fasilitas olahraga ringan untuk menjaga kesehatan fisik dan mental siswa.

3. Pembinaan Karakter Berbasis Kolaborasi

– Siswa yang melakukan pelanggaran kecil akan diajak untuk melakukan refleksi bersama wali kelas dan guru, bukan hanya dikenai sanksi. Tujuan utama adalah membantu siswa memahami dampak perilaku mereka dan menemukan solusi bersama.
– Setiap kelas membentuk “kelompok dukungan disiplin” yang terdiri dari teman sebaya untuk saling mengingatkan dan membantu dalam menjaga kedisiplinan, serta memberikan dukungan jika ada teman yang menghadapi masalah.

4. Keterkaitan Kedisiplinan dengan Kesejahteraan

– Siswa yang konsisten menjaga kedisiplinan akan mendapatkan fasilitas tambahan seperti akses ke perpustakaan luar jam sekolah, kesempatan mengikuti pelatihan keterampilan sesuai minat, dan bantuan akademik khusus jika diperlukan.
– Sekolah bekerja sama dengan dokter sekolah dan konselor untuk memastikan bahwa setiap kebijakan disiplin tidak memberatkan kondisi fisik atau mental siswa; jika diperlukan, aturan dapat disesuaikan secara individual berdasarkan rekomendasi profesional.

5. Partisipasi Orang Tua Sebagai Mitra

– Orang tua diundang secara berkala untuk rapat koordinasi mengenai perkembangan kedisiplinan dan kesejahteraan anak mereka. Sekolah juga memberikan pelatihan kepada orang tua tentang cara membangun kedisiplinan yang sehat di rumah.
– Sistem informasi yang terhubung dengan orang tua hanya digunakan untuk memberikan laporan perkembangan positif dan informasi penting, bukan hanya untuk melaporkan pelanggaran.

Kepala Sekolah SMK Nusantara Kota Bitung menyampaikan, “Kedisiplinan yang baik tidak harus datang dari aturan yang ketat dan memberatkan. Kami berfokus pada kebijakan yang sesuai dengan norma pendidikan dan kehidupan sehari-hari, yang pada akhirnya bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan mendukung kesejahteraan setiap murid. Dengan pendekatan ini, kami yakin kedisiplinan akan tumbuh sebagai bagian dari karakter siswa yang membawa manfaat bagi diri mereka sendiri.”

Sekolah juga akan melakukan evaluasi berkala terhadap kebijakan ini bersama siswa, orang tua, dan guru untuk memastikan bahwa setiap aturan tetap relevan dan memberikan manfaat yang optimal bagi kesejahteraan murid.

//Laporan Mamase //Red.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *