Nusantaraexpres.id | BANYUASIN – Sebanyak 3 (tiga) Peserta Didik (Serdik) Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Sespim Lemdiklat Polri Dikreg Ke-66 Tahun Anggaran 2026 melaksanakan kegiatan Aktualisasi Kepemimpinan di Kepolisian Resor (Polres) Banyuasin. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini merupakan bagian penting dari kurikulum pendidikan vokasi.
Program aktualisasi ini dikemas dalam bentuk apprenticeship (magang kerja) yang bertujuan memberikan wawasan mendalam serta pengalaman praktis bagi para perwira menengah terkait pelaksanaan tugas riil di satuan kewilayahan.
Membentuk Pemimpin Tingkat Menengah yang Responsif
Aktualisasi kepemimpinan ini dirancang secara khusus untuk membekali para Serdik dengan kompetensi manajerial dan kepemimpinan pada level menengah. Hal ini krusial agar para calon pimpinan Polri masa depan mampu menjawab dinamika serta tantangan tugas kepolisian yang kian hari semakin kompleks.
Melalui keterlibatan langsung dalam berbagai lini di Polres Banyuasin, para peserta didik diharapkan dapat memperkuat pemahaman mereka terkait:
Strategi Pelayanan Publik: Menghadirkan pelayanan yang prima dan humanis bagi masyarakat.
Pengelolaan Sumber Daya: Optimalisasi personel dan sarana prasarana penunjang tugas.
Pengambilan Keputusan: Melatih intuisi manajerial agar mampu mengambil keputusan yang tepat, cepat, dan terukur di lapangan.
Komitmen Menuju Polri yang Presisi
Dalam kegiatan tersebut, tampak hadir Serdik Dani Prasetya, S.I.K., M.M., yang saat ini menjabat sebagai Ketua Senat (Kasubsi Kes) Dikreg Ke-66 TA 2026. Ia turut ambil bagian secara langsung bersama rekan-rekan peserta lainnya dalam menyerap dinamika operasional di Polres Banyuasin.
Peran aktif yang ditunjukkan oleh Ketua Senat dan rekan-rekan Serdik mencerminkan komitmen kuat dalam mengimplementasikan nilai-nilai kepemimpinan, kolaborasi, serta pengabdian tulus kepada masyarakat.
Langkah ini juga menjadi representasi nyata dari upaya transformasi menuju Polri yang Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan), di mana setiap calon pemimpin dituntut untuk adaptif dan dekat dengan realitas tugas di tengah masyarakat.
(Tim Red)






