Ratusan Ojol Palembang Geruduk Kantor Maxim, Enam Tuntutan Disampaikan

Nusantaraexpres.id| PALEMBANG — Ratusan pengemudi ojek online (ojol) di Kota Palembang yang tergabung dalam sejumlah organisasi dan komunitas menggelar aksi penyampaian aspirasi di Kantor Maxim Cabang Palembang, Senin (28/9/2026).

Aksi tersebut melibatkan pengemudi yang tergabung dalam Paguyuban Trisula Nusantara Palembang, DPW GARDA Indonesia Palembang, SOLDIER 27, dan Pejuang Maxim.

Para pengemudi datang untuk menyampaikan sejumlah aspirasi terkait kebijakan aplikator yang mereka nilai berdampak terhadap aktivitas dan pendapatan mitra pengemudi.

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan enam tuntutan utama, yakni:

1. Menghapuskan Program Turbo Berbayar.
2. Menghapuskan biaya layanan (Platform Fee).
3. Menghentikan penerimaan driver baru.
4. Menghapuskan PPN yang dibebankan kepada driver.
5. Menyederhanakan menu aplikasi.
6. Memberikan sanksi tegas terhadap akun penumpang yang melakukan tindakan kejahatan atau penipuan terhadap driver.

Sulaiman Junovrianto: Jika Tidak Dipenuhi, Ojol Siapkan Aksi Lebih Besar

Koordinator Aksi, Sulaiman Junovrianto, menegaskan bahwa enam tuntutan tersebut merupakan aspirasi yang disampaikan para pengemudi ojol Palembang kepada pihak Maxim.

Sulaiman mengatakan pihaknya masih mengedepankan komunikasi dan dialog untuk mencari solusi atas persoalan yang disampaikan.

“Kami datang ke sini untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan dari kawan-kawan ojol Palembang. Kami berharap pihak Maxim dapat memberikan perhatian serius dan mengabulkan tuntutan yang kami sampaikan,” ujar Sulaiman Junovrianto.

Ia menegaskan, apabila tuntutan tersebut tidak mendapatkan penyelesaian atau respons yang sesuai dari pihak Maxim, para pengemudi ojol Palembang akan kembali menyampaikan aspirasi dengan jumlah massa yang lebih besar.

“Apabila pihak Maxim tidak mengabulkan tuntutan kami dan tidak ada penyelesaian yang jelas, maka kami ojol Palembang akan melakukan aksi yang lebih besar lagi. Kami akan tetap menyampaikan aspirasi ini melalui aksi secara tertib dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Menurut Sulaiman, pihaknya berharap persoalan yang disampaikan tidak berlarut-larut dan dapat segera dibahas melalui dialog antara perwakilan pengemudi dengan pihak Maxim.

Enam Tuntutan Jadi Fokus Aksi

Salah satu tuntutan utama adalah penghapusan Program Turbo Berbayar. Para pengemudi meminta agar program tersebut dievaluasi karena mereka menilai mekanisme berbayar untuk mendapatkan prioritas order perlu dikaji kembali.

Selain itu, massa juga meminta penghapusan Platform Fee, penghentian penerimaan driver baru, serta penghapusan PPN yang dibebankan kepada driver.

Para pengemudi juga meminta menu aplikasi disederhanakan agar lebih mudah digunakan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Tuntutan lainnya berkaitan dengan aspek keamanan. Para pengemudi meminta adanya sanksi tegas terhadap akun penumpang yang terbukti melakukan tindakan kejahatan atau penipuan, serta mekanisme perlindungan yang jelas bagi driver yang menjadi korban.

Mendorong Dialog dan Penyelesaian

Para pengemudi berharap seluruh tuntutan tersebut dapat ditindaklanjuti oleh pihak Maxim melalui dialog dan pembahasan bersama perwakilan organisasi ojol.

Sulaiman menambahkan bahwa aksi tersebut bukan semata-mata untuk menyampaikan keberatan, tetapi juga sebagai upaya agar aspirasi para pengemudi dapat didengar dan memperoleh solusi.

“Kami tetap mengedepankan komunikasi dan penyelesaian secara baik. Namun, kami juga berharap pihak Maxim tidak mengabaikan suara dan aspirasi kawan-kawan ojol Palembang,” pungkas Sulaiman.

Para peserta aksi menyatakan akan menunggu respons dan tindak lanjut dari pihak Maxim terhadap tuntutan yang telah disampaikan.

(Tim Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *