Dituduh Maling Buah Sawit Perusahaan, Warga Muara Kelini Layangkan Gugatan Perdata Kepengadilan

Sumsel, Nusantaraexpres.id β€“π•Šπ•’π•Ÿπ•˜π•’π•₯ π•šπ•£π• π•Ÿπ•š π•€π•–π•œπ•’π•π•š π•ͺπ•’π•Ÿπ•˜ π•₯π•–π•£π•›π•’π••π•š π••π•šπ•žπ•’π•€π•ͺπ•’π•£π•’π•œπ•’π•₯, π•ͺπ•’π•Ÿπ•˜ 𝕀π•ͺ𝕒𝕙 π•žπ•–π•žπ•šπ•π•šπ•œπ•š π•π•’π•™π•’π•Ÿπ•’π•₯ π•₯π•’π•Ÿπ•’π•™ π••π•’π•Ÿ π•‘π•–π•£π•œπ•–π•“π•¦π•Ÿπ•’π•Ÿ, π•₯𝕖π•₯𝕒𝕑𝕀 π•ͺπ•’π•Ÿπ•˜ π•™π•’π•Ÿπ•ͺ𝕒 π•žπ•–π•Ÿπ•˜π•–π•œπ•π•’π•šπ•Ÿ 𝕛𝕦𝕀π•₯𝕣𝕦 π•π•–π•“π•šπ•™ π•‘π•¦π•Ÿπ•ͺ𝕒 π•œπ•–π•Ÿπ••π•’π•π•š π•œπ•–π•œπ•¦π•’π•€π•’π•’π•Ÿ.

β„‚π• π•Ÿπ•₯π• π•™π•Ÿπ•ͺ𝕒 π•ͺπ•’π•Ÿπ•˜ π••π•šπ•’π•π•’π•žπ•š 𝕠𝕝𝕖𝕙 π•Šπ•¦π•žπ•šπ•’π•₯π•š π••π•’π•Ÿ 𝕓𝕖𝕓𝕖𝕣𝕒𝕑𝕒 π•¨π•’π•£π•˜π•’ π•π•’π•šπ•Ÿπ•Ÿπ•ͺ𝕒. Nasib na”as dialami puluhan warga Desa SP 5 Karya Teladan, Kecamatan Muara Kelini, Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan, yang di tuduh melakukan pencurian ( Maling) Buah Kelapa Sawit (TBS) oleh salah satu perusahaan swasta di Kabupaten Musi Rawas.

Sumiati binti H.Asnawi, dan 1 orang karyawan nya bernamaSuryadi (41) pada senin (4/11/2024) yang lalu sekitar pukul 06.00 WIb saat memanen buah kelapa sawit di tangkap Reskrim Polres Musi Rawas dan di Tahan di rumah Tahanan Negara Polres Musi Rawas.

Saat ditemui di kantor Komnas HAM Jakarta, Senin (7/7/25), Muhammad Rudi selaku menantu dari Sumiati mengaku akan melakukan gugatan perdata ke pengadilan, dirinya tidak terima orang tuanya di tuduh oleh pihak perusahaan melakukan pencurian, pasalnya lahan yang ia panen adalah milik sendiri dan memiliki surat kepemilikan lahan.

β€œLahan yang kami panen itu milik sendiri, luas lahan kami ada 9 Ha dan sudah bertahun- tahun kami kelola tidak pernah ada masalah, tapi kemaren (red) saat kami melakukan panen bersama karyawan kami ditangkap Polisi, “kata Rudi.

Menurut Rudi, warga Desa lain yang ada di Pulau Panggung, Kecamatan Muara Kelingi, Kabupaten Musi Rawas, juga mengaku ada 5 orang keluarga bersama pemanen menjadi korban penangkapan oleh Polres Musi Rawas saat memanen buah sawit dilahan miliknya sendiri.

β€œKeluarga kami juga mengalami nasib yang sama, kami panen sawit dilahan sendiri, punya surat kepemilikan lahan tapi ditangkap π••π•’π•Ÿ ditahan di β„™olres dengan tuduhan melakukan pencurian memanen sawit perusahaan, untuk itu kami juga akan melakukan gugatan ke pengadilan, ” ujar salah satu warga yang tidak mau menyebutkan namanya.

“Untuk itu kedatangan kami ke Komnas HAN dan Ke Komisi Yudisial Jakarta dengan berharap supaya tatanan hukum dan Agraria di lndonesia tidak mandul dan saya juga sangat berharap agar penindakan dari Aparat Penegak Hukum (APH) dapat di evauasi terutama terkait dengan Hak Asasi Manusia (HAM), “Urainya.

Masih menurutnya, bahwa dia juga meminta surat rekomendasi untuk kepentingan keperdataan.
Selain itu, kepemilikan atas lahan yangΒ syah yang kami milikiΒ dan membebaskanΒ  yang di tahan di rumah Tahanan Negara Polres Kabupaten Musi Rawas.

“Dalam hal ini, pihak kepolisian kurang cermat dalam penangan masalah ini, meskinya pihak kepolisian dapat menanyakan terlebih dahulu terhadap pelapor apakah memiliki bukti yang akurat atas kepemilikan lahan, sementara mereka warga yang melakukan pemanenan kelapa sawit sudah menunjukan bukti kepemilikan lahan mereka, bukan main tangkap dan tahan saja kepada warga, “pungkasnya.

Dalam hal ini keluarga Sumiati menuding bahwa ℙ𝕋. 𝕄𝔹𝕃 π•žπ•–π•Ÿπ•˜π•’π•“π•’π•šπ•œπ•’π•Ÿ π•™π•’π•œ-π•™π•’π•œ π•žπ•’π•€π•ͺπ•’π•£π•’π•œπ•’π•₯, 𝕓𝕖𝕣π•₯π• π•π•’π•œ π•“π•–π•π•’π•œπ•’π•Ÿπ•˜ π••π•–π•Ÿπ•˜π•’π•Ÿ π•’π•£π•’π•™π•’π•Ÿ β„™π•£π•–π•€π•šπ••π•–π•Ÿ ℙ𝕣𝕒𝕓𝕠𝕨𝕠, π•ͺπ•’π•œπ•Ÿπ•š π•’π•˜π•’π•£ β„™π• π•π•šπ•€π•š π••π•’π•Ÿ 𝕋ℕ𝕀 π••π•’π•π•’π•ž π•žπ•–π•žπ•“π•’π•Ÿπ•₯𝕦 π•£π•’π•œπ•ͺ𝕒π•₯ π••π•’π•π•’π•ž π•žπ•–π•žπ•“π•¦π•œπ•’ π•π•’π•™π•’π•Ÿ π•¦π•Ÿπ•₯π•¦π•œ π•œπ•–π•₯π•’π•™π•’π•Ÿπ•’π•Ÿ π•‘π•’π•Ÿπ•˜π•’π•Ÿ.

𝕂𝕒𝕀𝕦𝕀 π•šπ•Ÿπ•š π•žπ•–π•Ÿπ•ͺ𝕠𝕣𝕠π•₯π•š π•œπ• π•Ÿπ•—π•π•šπ•œ π•’π•˜π•£π•’π•£π•šπ•’ π•ͺπ•’π•Ÿπ•˜ π•žπ•–π•π•šπ•“π•’π•₯π•œπ•’π•Ÿ π•‘π•–π•£π•¦π•€π•’π•™π•’π•’π•Ÿ π••π•’π•Ÿ π•žπ•’π•€π•ͺπ•’π•£π•’π•œπ•’π•₯. π”»π•’π•Ÿ π•‘π•šπ•™π•’π•œ π•œπ•–π•π•¦π•’π•£π•˜π•’ (π•žπ•–π•Ÿπ•’π•Ÿπ•₯𝕦 π••π•’π•Ÿ 𝕔𝕦𝕔𝕦-𝕣𝕖𝕕) π•žπ•–π•Ÿπ•˜π•’π•›π•¦π•œπ•’π•Ÿ π•‘π•–π•£π•žπ• π•™π• π•Ÿπ•’π•Ÿ π••π•’π•Ÿ π•“π•’π•Ÿπ•₯π•¦π•’π•Ÿ π•œπ•– π•‚π• π•žπ•Ÿπ•’π•€ ℍ𝔸𝕄 π••π•’π•Ÿ π•œπ•– π•‚π• π•žπ•šπ•€π•š π•π•¦π••π•šπ•€π•šπ•’π• π•œπ•’π•£π•–π•Ÿπ•’ π•žπ•–π•Ÿπ•¦π•Ÿπ•›π•¦π•œπ•’π•Ÿ 𝕣𝕒𝕀𝕒 π•œπ•–π•₯π•šπ••π•’π•œπ•‘π•–π•£π•”π•’π•ͺπ•’π•’π•Ÿ π•žπ•’π•€π•ͺπ•’π•£π•’π•œπ•’π•₯ 𝕒π•₯𝕒𝕀 π•‘π•–π•Ÿπ•–π•˜π•’π•œ π•™π•¦π•œπ•¦π•ž π••π•šπ•₯π•šπ•Ÿπ•˜π•œπ•’π•₯ 𝕕𝕒𝕖𝕣𝕒𝕙, 𝕀𝕖𝕣π•₯𝕒 π•™π•’π•£π•’π•‘π•’π•Ÿ π•’π•œπ•’π•Ÿ π•œπ•–π•’π••π•šπ•π•’π•Ÿ π••π•’π•£π•š β„™π•–π•žπ•–π•£π•šπ•Ÿπ•₯𝕒𝕙 𝕑𝕦𝕀𝕒π•₯.

 

(Tim Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *