NusantaraExpres.id/Sekayu, Jumat, 20 Maret 2026 – Hari Raya Idul Fitri merupakan momen kemenangan dan kebahagiaan bagi umat Muslim di seluruh dunia. Setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh, umat Islam merayakan keberhasilan dalam menahan diri, memperkuat kesabaran, serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Pada hari yang fitri ini, umat Muslim berkumpul bersama keluarga, saling memaafkan, dan membuka lembaran baru dengan hati yang bersih. Suasana kebersamaan terasa kental, menjadi simbol kuatnya nilai persaudaraan dan kasih sayang antar sesama.
Di Indonesia, Idul Fitri dirayakan dengan beragam tradisi khas. Mulai dari mudik ke kampung halaman, bersilaturahmi ke rumah sanak saudara, hingga menikmati hidangan khas Lebaran seperti ketupat, rendang, dan berbagai makanan tradisional lainnya yang berbeda di setiap daerah. Tradisi ini tidak hanya mempererat hubungan keluarga, tetapi juga memperkuat nilai sosial di tengah masyarakat.
Lebih dari sekadar penanda berakhirnya Ramadan, Idul Fitri juga menjadi awal dari perjalanan spiritual yang lebih mendalam. Momentum ini diharapkan mampu membawa kedamaian, kebahagiaan, dan keberkahan bagi seluruh umat Muslim.
Di sisi lain, perbedaan penetapan 1 Syawal kembali terjadi pada tahun 1447 H. Muhammadiyah menetapkan Idul Fitri jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026, berdasarkan metode hisab atau perhitungan astronomi. Sementara itu, Nahdlatul Ulama (NU) menggunakan metode rukyatul hilal, yakni pengamatan langsung terhadap bulan sabit (hilal) untuk menentukan awal bulan Syawal.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama juga menggelar sidang isbat untuk menetapkan 1 Syawal. Namun, hasilnya tidak selalu sejalan dengan keputusan organisasi kemasyarakatan Islam. Perbedaan ini bukan hal baru, melainkan telah menjadi bagian dari dinamika kehidupan beragama di Indonesia sejak lama.
Masyarakat pun diharapkan menyikapi perbedaan tersebut dengan bijak. Semangat toleransi dan saling menghormati menjadi kunci utama dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Yang terpenting, Idul Fitri tetap dirayakan dengan penuh makna, kebersamaan, dan rasa syukur.
Minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H.
Tungki Ari Wibowo, S.Sos
Aktivis, Tokoh Pemuda Musi Banyuasin






