
NusantaraExpres.id/Palembang, Jum’at (22/11/2024) – Dewan Pengurus Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (DPC PERMAHI) Kota Palembang, melaksanakan kegiatan Dialog Kebangsaan berlokasi di Monpera, dengan dengan tema “Dampak Polemik Perpecahan Masyarakat Akibat Black Campaign Pilkada 2024 Dalam Perspektif Hukum Pidana” Acara ini di hadiri Narasumber Febriansyah, ST,.M.N (Dinas KOMINFO), A. Fajri Hidayat (Staff BAWASLU), Doni Rozita (Staff KPU), Bagindo Togar (Pengamat Politik)
Seiring perkembangan jaman banyak metode dalam melaksanakan kampanye termasuk melalui media online, Awalnya materi dalam kampanye berisi tentang visi, misi serta program kerja peserta pemilu, tapi bahkan terkadang ada kandidat melakukan kampanye yang berunsur fitnah atau tentang isu yang di anggap fakta untuk menjatuhkan karakter lawan politik, sehingga hal tersebut bisa membuat perpecahan di masyarakat terutama pendukung pasangan calon
Dalam kata sambutan Doni Rozita sebagai staff KPU berharap agar para mahasiswa sebagai pemilih pemula bisa memilih calon terbaik dengan memfilter penyebaran black campaign di media sosial yang saat ini sangat mudah di akses, Begitu juga Febriansyah sebagai perwakilan Dinas KOMINFO mengajak seluruh pemilih pemula agar bijak bermedia sosial, (1) jagalah privasi tidak semua harus di publish, (2) Jaga Akun (3) Hindari Hoax, (4) Sebarkan hal positif (5) Gunakan seperlunya,
A. Fajri Hidayat memberikan kata sambutan menghimbau agar mahasiswa khususnya mahasiswa hukum agar bisa memahami Undang-undang Pemilu dan Undang-undang Pilkada, bila terjadi temuan yang berkaitan dengan Black Campaign bisa segera melapor ke BAWASLU untuk bisa cepat diproses Sedangkan Bagindo Togar sebagai pengamat politik berpandangan bahwa pesta demokrasi ini bisa kondusif dan aman karena masyarakat dan para pemilih sudah cerdas dalam menyikapi pesta demokrasi dalam pilkada
Ketua DPC PERMAHI Kota Palembang Raden Muhammad Taufik dalam kata sambutannya berharap dari adanya dialog kebangsaan ini bisa memberi pandangan luas kepada anggota PERMAHI terutama kepada mahasiswa sebagai pemilih pemula untuk bisa memilih pemimpin yang amanah untuk 5 tahun kedepan.
Fani






