Ketua DPC AKPERSI Bogor Lapor Polres, Diduga Adanya Intimidasi Anggotanya Enam Wartawan Saat Liputan

Bogor, 17 September 2026 — Enam wartawan yang tergabung dalam Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) diduga mengalami intimidasi saat melakukan peliputan aktivitas pengolahan emas di Kampung Joglo, Desa Sadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dalam kejadian tersebut, tim wartawan yang di antaranya terdapat Sekjen DPP AKPERSI Budianto, C.BJ., C.ILJ., dan Ketua DPC AKPERSI Kabupaten Bogor Ade Suhanda, C.BJ., C.ILJ., mengaku mendapat tekanan dari pihak yang disebut sebagai JBT bersama sejumlah anak buahnya.

Menurut keterangan tim, kendaraan JBT diduga diparkir di akses keluar lokasi. Sejumlah wartawan juga mengaku HP dan KTA mereka sempat diambil serta diminta menghapus foto dan video hasil liputan. Setelah dokumentasi dihapus, HP dan KTA kemudian dikembalikan dan tim dapat meninggalkan lokasi.

Atas kejadian tersebut, Ketua DPC AKPERSI Kabupaten Bogor Ade Suhanda resmi melaporkan dugaan intimidasi tersebut ke Polres Bogor untuk meminta proses hukum dan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang terlibat.

AKPERSI juga meminta aparat terkait memeriksa dugaan legalitas aktivitas pengolahan emas di lokasi tersebut.

“Kami menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Jika ada dugaan pelanggaran, kami meminta diproses sesuai hukum dan berdasarkan bukti yang ada,” tegas Ade Suhanda.

Pihak JBT maupun pihak terkait lainnya masih memiliki ruang untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab atas pemberitaan ini.

Bogor, 17 September 2026 — Enam wartawan yang tergabung dalam Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) diduga mengalami intimidasi saat melakukan peliputan aktivitas pengolahan emas di Kampung Joglo, Desa Sadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dalam kejadian tersebut, tim wartawan yang di antaranya terdapat Sekjen DPP AKPERSI Budianto, C.BJ., C.ILJ., dan Ketua DPC AKPERSI Kabupaten Bogor Ade Suhanda, C.BJ., C.ILJ., mengaku mendapat tekanan dari pihak yang disebut sebagai JBT bersama sejumlah anak buahnya.

Menurut keterangan tim, kendaraan JBT diduga diparkir di akses keluar lokasi. Sejumlah wartawan juga mengaku HP dan KTA mereka sempat diambil serta diminta menghapus foto dan video hasil liputan. Setelah dokumentasi dihapus, HP dan KTA kemudian dikembalikan dan tim dapat meninggalkan lokasi.

Atas kejadian tersebut, Ketua DPC AKPERSI Kabupaten Bogor Ade Suhanda resmi melaporkan dugaan intimidasi tersebut ke Polres Bogor untuk meminta proses hukum dan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang terlibat.

AKPERSI juga meminta aparat terkait memeriksa dugaan legalitas aktivitas pengolahan emas di lokasi tersebut.

“Kami menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Jika ada dugaan pelanggaran, kami meminta diproses sesuai hukum dan berdasarkan bukti yang ada,” tegas Ade Suhanda.

Pihak JBT maupun pihak terkait lainnya masih memiliki ruang untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab atas pemberitaan ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *