Peringati Hari Lahir Pancasila, DPC AKPERSI Toba: Jurnalis Harus Lawan Hoaks & Berpedoman Pada Hukum
KABUPATEN TOBA, SUMATERA UTARA – Ketua DPC Asosiasi Keluarga Pers Indonesia Kabupaten Toba Mangiring Siboro,C.ILJ bersama Divisi Hukum Alexander Sihombing,C.ILJ dan Sekretaris Marhuar Pangaribuan menghadiri upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang dilaksanakan di Lapangan Depan Kantor Bupati Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Senin, 1 Juni 2026.
Upacara Hari Lahir Pancasila menjadi momentum bagi seluruh elemen bangsa untuk memperkuat persatuan dan kesatuan. Bagi insan pers, peringatan ini menjadi pengingat pentingnya menjalankan tugas jurnalistik secara profesional dan bertanggung jawab di tengah derasnya arus informasi digital.
Dalam keterangannya kepada awak media usai upacara, Mangiring Siboro menegaskan peran strategis jurnalis sebagai pilar informasi publik. Menurutnya, jurnalis wajib menyajikan berita secara berimbang, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
“Di era digital saat ini, insan pers dituntut semakin cermat dalam menyampaikan informasi. Jurnalis harus mampu membedakan informasi yang benar dan akurat serta turut berperan dalam menangkal penyebaran hoaks yang dapat memecah belah persatuan bangsa,” tegas Mangiring.
Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa Pancasila sebagai dasar negara merupakan perekat keberagaman bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, ras, agama, dan golongan. Karena itu, nilai-nilai Pancasila harus senantiasa menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, termasuk dalam praktik jurnalistik sehari-hari.
Mangiring juga mengajak seluruh jurnalis yang tergabung dalam AKPERSI untuk terus menjunjung tinggi kode etik jurnalistik. “Rekan-rekan jurnalis yang tergabung dalam AKPERSI harus tetap berpedoman pada dasar-dasar Pancasila, menjaga integritas, profesionalisme, dan menyajikan informasi yang mencerdaskan masyarakat serta mendukung pembangunan bangsa,” ujarnya.
Senada dengan Ketua, Divisi Hukum DPC AKPERSI Toba Alexander Sihombing,C.ILJ menambahkan pesan humanis yang berlandaskan hukum. Menurutnya, jurnalis memegang dua amanah sekaligus: amanah kemanusiaan dan amanah hukum.
“Secara kemanusiaan, Sila ke-2 dan ke-5 Pancasila mengingatkan kita bahwa setiap berita menyangkut nama baik dan masa depan seseorang. Jangan sampai kejar tayang membuat kita lupa empati. Cek dan klarifikasi dulu,” kata Alexander.
Secara hukum, Alexander menegaskan payung kerja jurnalis sudah jelas. “UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers Pasal 6 menyebut tugas pers mencari dan menyebarluaskan informasi. Tapi Pasal 5 juga mewajibkan pers melayani hak jawab dan hak koreksi. Artinya kebebasan pers bukan tanpa batas. Bebas menulis, tapi harus siap bertanggung jawab,” jelasnya.
Ia juga mengacu pada Kode Etik Jurnalistik Pasal 1 tentang independensi dan UUD 1945 Pasal 28E serta 28F yang menjamin kebebasan berkomunikasi. “Independen artinya tidak jadi corong hoaks dan tidak takut tekanan. Mari kita buktikan kita bisa jadi penyejuk, bukan pemecah,” tutup Alexander.
Di akhir, Mangiring berharap peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 jadi momentum memperkuat komitmen insan pers menjaga persatuan dan menghadirkan informasi berkualitas. “Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026. Mari jadikan nilai Pancasila landasan berkarya dan menjaga keutuhan NKRI,” tutupnya.
(DPC Akpersi kabupaten toba)






